Cara Mengatur Keuangan agar Usaha Tumbuh dan Berkembang

Deskripsi: Keuangan merupakan nyawa dari sebuah bisnis. Bagaimana cara mengatur keuangan usaha agar bisnis dapat berjalan dan terus berkembang? Simak caranya.

=========================================================

 Sumber: Pixabay

Manajemen keuangan merupakan satu hal yang sangat penting dalam bisnis, tapi banyak pengusaha yang kurang aware  terhadap hal ini. Mereka, terutama pebisnis UMKM kerap tidak memahami cara mengatur keuangan usaha dengan benar.

Cara mengelola keuangan usaha agak sedikit berbeda dengan cara mengatur keuangan rumah tangga atau keluarga. Semua itu butuh tekad dan kedisiplinan yang tinggi.

Anda dapat menerapkan 11 langkah berikut untuk mengatur keuangan usaha Anda agar terus tumbuh dan berkembang dengan sehat.

Susun Anggaran Pendapatan dan Belanja Secara Umum

Tidak hanya negara yang membutuhkan APBN, perusahaan Anda pun memerlukan anggaran pendapatan dan belanja perusahaan.

Ada keuntungannya ketika Anda membuat APB perusahaan Anda.

Pertama, Anda dapat mengetahui bagaimana performa perusahaan Anda di tahun sebelumnya. Ini sangat berguna saat melakukan evaluasi akhir tahun sehingga Anda tahu di mana perusahaan Anda, dan kemana ia menuju.

Kedua, Anda dapat memutuskan kebijakan terkait sektor atau departemen dalam perusahaan Anda. Apakah perlu ditambah atau dikurangi anggarannya?

Jika ditambah, untuk apa, dan jika dikurangi, bagian yang mana dan seberapa besar?

Terakhir, Anda dapat menentukan target pertumbuhan perusahaan Anda di tahun berikutnya. Misalkan jika keuntungan perusahaan tahun sebelumnya 10 milyar, Anda dapat menambahkan nilai 20-30 persen sebagai target selanjutnya.

Pisahkan Keuangan Pribadi, Keluarga, dan Perusahaan

Pelaku usaha kecil biasanya sering melakukan kesalahan fatal dalam pengelolaan keuangan dengan tidak memisahkan 3 kebutuhan finansial tersebut.

Cara mengatur keuangan pribadi mungkin tak terlalu jauh beda dengan keluarga. Tapi mengelola keuangan perusahaan merupakan level yang berbeda.

Anda perlu untuk memisahkan antara keuangan perusahaan dan rumah tangga. Bahkan, sebenarnya Anda perlu juga memisahkan keuangan pribadi dan rumah tangga.

Ini akan membantu Anda untuk mengukur seberapa besar kekuatan dukungan finansial usaha Anda. Sehingga Anda dapat memprioritaskan apa yang perlu Anda lakukan dalam bisnis Anda.

Bagaimana cara efektif memisahkan keuangan pribadi, keluarga, dan usaha?

Sederhana, tapi tidak mudah. Buat rekening yang berbeda untuk itu. Dan disiplinkan Anda untuk tidak menggunakan rekening yang alokasinya berbeda untuk kebutuhan tersebut.

Bayar Diri Anda Sendiri

Salah satu bentuk pemisahan keuangan pribadi dan perusahaan adalah dengan membayar diri Anda sendiri.

Dengan menjalankan usaha secara langsung, Anda berperan sebagai CEO (Chief Executive Officer) dari perusahaan Anda. Sebagai bentuk profesionalisme, sudah seharusnya Anda mendapatkan bayaran untuk itu.

Ini akan membantu Anda untuk menghitung secara lebih riil kemampuan finansial usaha Anda. Karena jika nanti Anda mendelegasikan tugas sebagai CEO ini ke orang lain, perhitungan keuangan perusahaan tidak berubah banyak.

Hal ini berlaku juga jika Anda melibatkan keluarga dalam menjalankan usaha Anda. Setiap orang hendaknya mendapatkan bayaran yang layak sesuai dengan peran dan fungsinya.

Dengan demikian, perusahaan baru dapat dikatakan sebagai profesional dalam pembukuan keuangan.

Atur Plafon Anggaran untuk Setiap Komponen

Plafon adalah batas atas dari sebuah ruang. Dalam hal anggaran, plafon anggaran berarti nilai maksimal yang dapat Anda keluarkan dalam bisnis Anda untuk satu hal tertentu.

Jika Anda merencanakan pembelian bahan, peralatan, jasa, atau apapun, Anda harus terlebih dahulu menentukan plafon anggarannya. Ini akan membantu keuangan usaha Anda tetap sehat dan tidak melakukan pengeluaran yang tidak perlu.

Anda dapat mengatur plafon anggaran berdasarkan komponen, bidang, atau waktu (harian, mingguan, dan seterusnya). Pastikan semua karyawan perusahaan Anda memahami dan melaksanakan ketentuan plafon tersebut dengan sungguh-sungguh.

Pertahankan Arus Kas

Arus kas adalah nyawa dari perusahaan. Jika diharuskan memilih pemasukan 60 juta rupiah/tahun atau 5 juta rupiah/bulan, Anda sebaiknya sudah tahu pilih yang mana.

Arus kas membantu usaha Anda untuk tetap berjalan, tumbuh, dan berkembang dengan sehat. Ia menjamin perusahaan untuk tetap beroperasi secara kontinyu.

Oleh karena itu, selalu pertahankan keberadaan arus kas dalam usaha Anda. Pemasukan secara tunai akan membuat usaha Anda lebih sehat dan lincah dalam bergerak.

Kelola Utang, Piutang, dan Aset Anda

Kelola utang, piutang, dan aset usaha Anda dengan bijak, agar menjadi pendukung, dan bukannya beban perusahaan.

Utang dapat menjadi beban jika bunga dibayar terlalu besar. Piutang pun sama jika terlalu besar dan lama pembayaran diterima. Sedangkan aset dapat menyusut tanpa memberikan manfaat dan justru memberikan beban perawatan.

Investasikan Keuntungan Anda

Ingin perusahaan berkembang? Siapkan dana untuk itu.

Tidak ada perusahaan yang dapat bertumbuh tanpa pertambahan modal. Cara paling dasar untuk mendapatkan modal adalah dari menyisihkan sebagian keuntungan perusahaan.               

Anda memang dapat mengembangkan perusahaan dengan hutang, tapi perhitungan Anda haruslah kuat. Jangan sekali-kali gunakan utang untuk suatu investasi yang memiliki nilai risiko tinggi. Apalagi jika utang tersebut berbunga besar.

Bagaimana cara menyisihkan keuangan dari usaha Anda tersebut?

Gunakan alokasi persentase secara umum, yaitu 60:40 atau 70:30. Maksudnya 60% untuk dibagikan sebagai dividen dan 40% untuk pengembangan usaha. Atau bisa juga 70:30, tergantung kesepakatan atau pertimbangan tertentu.

Dengan catatan, ini merupakan keuntungan bersih setelah dikurangi berbagai macam biaya operasional perusahaan.

Lakukan Pembukuan Berkala

Bagaimana Anda bisa tahu bahwa perusahaan Anda sedang untung, rugi, atau impas saja?

Tentu dari melihat berapa pemasukan dari usaha Anda dikurangi pengeluarannya.

Bagaimana supaya Anda bisa tahu angka atau nilai dari pemasukan dan pengeluaran perusahaan? Tentu dari melihat laporan keuangan.

Laporan keuangan merupakan hal yang sangat penting dan fundamental. Nyatanya, banyak pelaku usaha, khususnya UMKM, yang tidak memberikan perhatian dengan sungguh-sungguh terhadap hal ini.

Sebabnya adalah melakukan pembukuan membutuhkan upaya yang rutin dan disiplin serta dedikasi yang tinggi. Terutama untuk mencatat pengeluaran sekecil apapun dari perusahaan.

Banyak pelaku usaha kecil yang hanya berfokus pada pemasaran dan melupakan akunting. Akibatnya, di akhir periode, uang hasil pemasukan seperti menguap untuk ke mana.

Jika Anda ingin benar-benar memahami cara menyusun manajemen keuangan usaha dengan benar, langkah pertama adalah dengan membukukan keuangan Anda.

Buat Laporan Keuangan Berkala

Apa bedanya pembukuan dengan laporan keuangan?

Pembukuan merupakan kegiatan pencatatan kejadian, jenis, serta berapa nilai uang yang terlibat. Dari pembukuan Anda bisa tahu bahwa pada hari dan tanggal tertentu, ada uang masuk atau keluar dengan besaran tertentu.

Sedangkan laporan keuangan merupakan hasil analisa dari data tersebut sehingga menjadi informasi yang langsung dapat Anda gunakan untuk pengambilan kebijakan.

Pembukuan tanpa laporan hanya akan menjadi data mentah. Agar data tersebut dapat berguna, Anda harus membuatnya menjadi laporan.

Berapa kali atau berapa lama laporan keuangan berkala yang ideal?

Idealnya harus ada laporan bulanan, triwulan, semester, dan tahunan. Dengan demikian, Anda selalu dalam posisi in-check atas kondisi perusahaan setiap saat.

Manfaatkan Teknologi

Untuk melakukan pembukuan dan menyusun laporan keuangan merupakan hal yang membutuhkan upaya yang besar. Anda akan perlu menugaskan karyawan khusus untuk ini, yaitu bagian akunting.

Agar prosesnya dapat Anda lakukan dengan cepat dan mudah, Anda perlu menerapkan teknologi digital.

Saat ini sudah banyak software dan aplikasi yang dapat Anda gunakan untuk membantu melakukan pembukuan dan penyusunan laporan keuangan. Sehingga untuk menyusun laporan tahunan, semester, triwulan, bahkan bulanan, dapat dilakukan dengan sangat singkat.

Pisahkan Kasir dan Accounting

Kasir dan accounting memang mengurusi hal yang mirip, yaitu uang. Tapi sejatinya, yang dilakukan berbeda.

Bagian kasir lebih kepada penerimaan pemasukan perusahaan. Sedangkan accounting lebih ke pembukuan dan penyusunan laporan keuangan perusahaan.

Mengapa kasir dan akunting perlu dipisah?

Ini untuk meminimalisir terjadinya kesalahan dalam pencatatan keuangan, baik disengaja maupun tidak. Dengan memisahkan 2 bagian tersebut, sama saja dengan melakukan proses pencatatan dan pengecekan 2 kali.

Pengecekan bertahap ini akan membantu untuk menghilangkan human error atau human crime yang sering terjadi pada bagian keuangan.

Nah, itu adalah 11 cara mengatur keuangan usaha yang dapat Anda terapkan agar bisnis Anda sehat, tumbuh dan berkembang. Pastikan Anda menerapkan cara tersebut dengan disiplin dan berkelanjutan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *